Kue buroncong, satu diantara kue tradisional Makassar yang paling berkesan. Ketika masih remaja, bersama teman-teman sepermainan kerap membuat acara-acara kecil sambil membuat kue itu. Bahan utamanya adalah tepung yang dicairkan dan diberi campuran pemanis gula dan air santan kelapa untuk melezatkan kue. Setelah menjadi adonan, kemudian adonan dimasukkan ke dalam cetakan yang berbentuk setengah lingkaran lalu dibakar diatas api.

Buroncong  ini biasanya dihidangkan dipagi hari dalam kondisi hangat bersama teh manis atau kopi. klo ngk sempat buat penganan ini bisa juga didapatkan dengan mudah di sekitaran penjual2 kue atau penjual khusus buroncong yang dijajakan tiap pagi meggunkan gerobak.

Penganan ini terbuat dari tepung terigu, parutan kelapa (pilih kelapa yang berukuran muda, buang kulit kasarnya) gula pasir (putih), soda kue, dan sedikit garam . Semua bahan disatukan dalam satu adonan diaduk hingga rata dengan air. adonannya biasanya agak encer.

Setelah adonan siap. masukkan delam cetakan buroncong yang telah dipanaskan dengan bara api, jangan lupa olesi dulu cetakannya dengan minyak kelapa menggunakan kuas atau daun pisang agar adonannya tidak lengket.  paling enak kalau bahan bakarnya kayu arang. setelah adonannya kelihatan mengembang dan pinngirannya agak berwarna coklat pertanda kue buroncongnya sudah jadi. nah siap diangkat menggunakan gancu (biasanya tukan buroncong ahli memainkan ini). dan siap di makan buat sarapan bersama teh hangat.

Klo ngk sempat buat sendiri, di makassar kue ini umum kok terutama di pagi hari, harganya juga murah meriah sekitar Rp.500,-. rasa dari buroncong ini  juga bervariasi, tergantung penjualnya. terkadang ada juga yang agak asin, terlalu manis dan bahkan ada yang tidak menggunakan gula pasir tetapi pemanis buatan. udah dulu ya… selamat menikmati menu buroncong..