Ekstraktif metalurgi adalah praktek menghapus logam berharga dari sebuah biji dan pemurnian logam mentah yang diekstrak ke dalam bentuk murni. Dalam rangka untuk mengubah logam oksida, atau sulfida untuk sebuah logam murni, bijih besi harus dikurangi secara fisik, kimiawi atau elektrolisasi.

PELEBURAN & CASTING
Gas untuk Peleburan dan Casting dalam Cast Iron dan Steel Foundries
Teknologi yang termasuk di dalamnya antara lain: sistem oxygen fuel burner (oxy-fuel) dan sistem peningkatan pembakaran dengan oksigen (air/oxy-fuel), blanketing dengan argon dan nitrogen, (shrouding/inerting), stirring dengan gas; dan aplikasi gas industri lainnya. Aplikasi tersebut menawarkan manfaat finansial yang signifikan dalam proses preheating, melting, holding dan casting dari cast iron dan steel foundries.
1. Electric Arc Furnace (EAF)
Electric Arc Furnace (EAF) – Peleburan dengan Oxy-Fuel
Metode electric arc untuk peleburan logam tidaklah efisien sampai terbentuknya cairan logam. Dengan menggunakan oxy-fuel yang hemat bahan bakar pada bagian awal proses peleburan, efisiensi proses secara keseluruhan yang lebih besar dapat tercapai dengan peleburan yang lebih cepat. Juga manfaat suhu yang homogen dapat tercapai dengan menggunakan burner ini dengan mengarahkan energi panas pada daerah dingin yang disebabkan distribusi energi yang tidak merata dari electrode arc. Selain itu, burner dapat diposisikan di depan slag door yang memungkinkan melakukan oxygen lancing lebih awal yang efisien atau di bagian atas daerah tap hole untuk menghasilkan tapping yang bebas dari masalah dengan cepat. Penghematan listrik sebesar 80 kWh/ton dan peningkatan produksi sebesar 20% telah dapat dicapai.
Electric Arc Furnace (EAF) – Foaming Slag Practice
Lance dioperasikan secara hidraulis melalui slag door untuk menyuntikkan oksigen, karbon, dan kapur pada lapisan permukaan slag selama proses peleburan dengan electric arc . Dalam hal ini akan terjadi proses dekarburisasi dari peleburan logam dan membantu pembentukan lapisan slag berbusa yang mengurangi hilangnya panas dari permukaan leburan sehingga dapat menurunkan pemakaian energi untuk peleburan.
Electric Arc Furnace (EAF) – Post-Combustion
Oksigen diinjeksikan ke zona post-combustion dari electric arc furnace untuk membantu pembakaran karbonmonoksida di dalam furnace dan bukan di dalam sistem penanganan gas buang. Reaksi ini menghasilkan panas yang akan ditransfer untuk memanaskan bahan baku, akibatnya menurunkan konsumsi energi (penghematan listrik sampai dengan 10-20 kWh/ton) dan meningkatkan produktivitas sampai dengan 4%. Selain itu, pemanfaatan post-combustion akan mengurangi beban sistem penyaring partikel di EAF dan memperbaiki kondisi yang disyaratkan lingkungan sehubungan dengan kadar karbon monoksida dalam gas buang.
2. Induction Furnace – Molten Metal Blanketing (MMB)
Permukaan leburan logam di-blanket dengan argon atau nitrogen agar menghasilkan atmosfir yang rendah oksigen dengan menggunakan vortex sprayer yang sudah dipatenkan atau swirl cone. Hal ini akan mengurangi terjadinya oksidasi dan inclusion pada logam untuk meningkatkan hasil, produktivitas dan menurunkan produk afkir.
3. Cuoola
Cupola – Oxygen-Enrichment
Oksigen dapat dimasukkan ke cupola baik melalui pencampuran dalam aliran udara utama pembakaran atau disuntikkan langsung ke dalam cupola melalui tuyere. Peningkatan kecepatan peleburan yang signifikan dan penurunan pemakaian coke dan alloy dapat dicapai sehingga diperoleh biaya produksi per ton yang lebih rendah.
Cupola – APCOS™
APCOS™ menggabungkan pemakaian burner oxy-fuel yang unik dengan kemampuan menyuntikkan partikel padat melalui tuyere untuk meningkatkan fleksibilitas cupola. Penghematan biaya bahan baku, pembuangan bahan sisa yang efisien, dan peningkatan kecepatan peleburan, yang semuanya dapat dicapai dengan metode ini.
4. Iron Rotary Furnace – Pembakaran dengan Oxy-fuel
Bila dibandingkan dengan pembakaran berbasis udara, pembakaran dengan oxy-fuel dalam rotary furnace dapat memberikan manfaat yang besar termasuk: mengurangi konsumsi bahan bakar, tingkat peleburan yang lebih cepat sehingga meningkatkan produktivitas furnace, stabilitas nyala api yang lebih tinggi sehingga memberikan fleksibilitas burner yang lebih besar dan secara drastis mengurangi jumlah aliran gas buang yang berdampak pada berkurangnya biaya peralatan penyaringan di bagian hilir
5. Ladle
Ladle – Preheating
Paket alat kontrol dan burner yang lengkap telah dikembangkan untuk memanaskan ladle secara efisien dengan menggunakan oxy-fuel burner yang tidak memerlukan air pendingin. Dengan cara demikian, akan diperoleh penghematan bahan bakar sampai 70% dan pengurangan tingkat kehilangan panas sampai 50%.
Ladle – REHeat® heating
eknologi kami yang dipatenkan (dengan Betlehem Steel) untuk baja yang dipanaskan kembali secara kimiawi melalui penyuntikan bahan bakar yang simultan (aluminium dan silikon) dan oksigen mencapai hasil kenaikan suhu sekitar 5° – 8° C/menit. Berikutnya pengadukan yang dilakukan dengan gas inert adalah untuk memastikan bahwa kebersihan baja tetap terjaga kualitasnya dengan baik. Teknik ini digunakan untuk memanaskan kembali ladle yang dingin agar tidak menyerap panas dari leburan logam yang akan ditampung sehingga menghindarkan kehilangan panas yang mahal dalam proses penuangan dan gangguan pada proses casting yang berikutnya.
6. Holding Furnace
Holding Furnace – Inerting
Dengan menggunakan nitrogen untuk mengusir oksigen pada atmosfir di holding furnace, dapat mengurangi pembentukan oksida pada permukaan leburan logam sehingga memberikan hasil yang lebih tinggi dan meningkatkan kualitas.
Holding Furnace –Pressurising
Nitrogen dapat digunakan untuk menekan holding furnace sehingga memiliki kontrol yang besar pada saat proses tapping
7. Mould Line – Argon Shrouding
Pemakaian gas inert argon untuk melindungi (shrouding) cairan logam dalam proses pencetakan dengan tujuan meminimalisasikan terbentuknya oksida dan nitrida untuk mengurangi barang cetakan yang afkir dan meningkatkan kualitas produk.