Latest Entries »

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada. Aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
Selamat jalan, calon bidadari surgaku ….

B.J. Habibie

“Mintalah maaf kepadaku

supaya cintaku padamu tetap abadi

janganlah berkata ketus

saat aku sedang emosi

 

jangan mencelaku begitu saja

karena kamu tidak tahu

apa yang sebenarnya sedang terjadi padaku

jangan banyak mengeluh,

 

nanti cintaku bisa hilang

dan hatiku pun akan menolakmu

karena hati itu selalu tidak pernah menentu

aku melihat dalam hati

 

ada rasa cinta dan rasa kecewa

jika keduanya bertemu

rasa cinta akan segera lenyap”

IBU

Anakku…
Bila ibu boleh memilih…
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu, maka ibu akan memilih mengandungmu

Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah sembilan bulan nak…
Engkau hidup di perut ibu

Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan

Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata

Anakku…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu….
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu…

Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu, adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan…
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua

Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit, yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun

Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah…saat paling membahagiakan…
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah…
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan…
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah ditelinga mungilmu

Anakku…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu….
maka ibu memilih menyusuimu

Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga

Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku…
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle…
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

Tetapi anakku…

Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana…
Maka maafkanlah nak…Maafkan ibu…Maafkan ibu…

Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita, agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang

Percayalah nak…
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu

Percayalah nak…
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…

“Ratih Sanggarwati”

Jika Anda memiliki kebiasaan merokok, hentikan mulai sekarang. Tembakau pada rokok akan menurunkan fungsi otak lebih cepat seiring bertambahnya usia. Penurunan ini bahkan 10 tahun lebih cepat jika dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

Perokok berisiko mengalami penurunan mental, terutama terkait fungsi “eksekutif” pada otak. Senyawa tembakau pada rokok ini menyebabkan kanker. Senyawa akan masuk ke dalam tubuh dan memicu sel darah putih pada sistem imun otak untuk menyerang sel-sel sehat pada otak.

Sebuah studi di Inggris menemukan jika penurunan fungsi kognitif ini akan muncul pada awal usia 45 tahun, seperti dikutip Fox.

“Meskipun kami sudah mengetahui bahwa merokok merupakan faktor penyebab penyakit pernapasan, kanker, dan penyakit kardiovaskular, penelitian ini menunjukkan jika rokok juga memiliki efek yang merugikan pada penuaan kognitif,” papar Severine Sabia, kepala tim penelitian di University College London.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Archives of General Psychiatry Journal, ia juga menjelaskan efek penurunan fungsi kognitif lebih banyak dialami pria. Penelitian ini melibatkan 5.099 pria dan 2.137 wanita.

“Seorang perokok laki-laki berusia 50 tahun menunjukkan penurunan kognitif yang sama seperti laki-laki berusia 60 tahun yang tidak pernah perokok,” jelas Sabia.

Ia juga menemukan jika para pria yang berhenti merokok selama 10 tahun, sebelum penelitian pertama, ternyata masih tetap menunjukkan  adanya degradasi pada kognitifnya.

Sabia dan timnya, akan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai adanya perbedaan resiko pada pria dan wanita dalam penelitian ini. Ia akan menelaah lebih dalam mekanisme rokok dan resiko yang lebih besar pada pria.

http://life.viva.co.id/news/read/333523-perhatian–merokok-menurunkan-fungsi-otak

Siapa pun akan merasa sakit kalau berpisah dengan kekasih. Apalgi jika cinta itu mendalam, rasa sakit begitu kuat tertancap di pikiran. Akibatnya, hilanglah segala gairah untuk melakukan berbagai kehidupan. Dunia serasa gelap.

Hanya saja, patah hati pada wanita punya risiko serius bagi kesehatannya jika tidak secepatnya ditangani. Menurut para ahli, patah hati yang mendalam bisa menyebabkan broken heart syndrom. Efeknya adalah mempermudah terjadinya serangan jantung atau gejala masalah di jantung lainnya.

Wanita cenderung “suka” berlama-lama dengan tekanan di hatinya saat patah hati dibanding para pria. Dr. Abhishek Deshmukh, spesialis jantung di University of Arkansas, AS, mengatakan, tekanan mental ini mengakibatkan rangsangan keluarnya adrenalin dan hormon stres.

Akibatnya, ruang pompa utama jantung dapat menggembung mendadak yang menyebabkan jantung gagal bekerja. Mungkin tidak terjadi penyumbatan di arteri seperti kasus jantung koroner. Namun, perubahan mendadak pada ritme dan zat dalam darah bisa memicu gagal jantung. Sebagian besar kasus berakhir dengan kesembuhan dan satu persen yang fatal.

Pada penelitian yang dilakukan Desmukh itu dinyatakan, jika wanita punya penyakit hipertensi maka kemungkinan terkena syndrom tersebut 7,5 kali lebih mungkin. Dan, wanita di bawah usia 55 tahun punya peluang 9,5 kali lebih mungkin terkena syndrom ini, dibanding usia di atas 55 tahun yang hanya tiga kali kemungkinannya.

Jadi, seberapa berat apa pun masalah hati Anda, sebaiknya segera dicari jalan keluarnya. Terlalu lama bersedih juga merugikan tubuh Anda sendiri.